Transaksi Perusahaan Dagang

1. Pengertian Perusahaan Dagang Bagaimana mencatat transaksi pembelian barang dagang?, Seperti telah dikemukakan dalam uraian terdahulu, bahwa setiap transaksi pembelian barang dagang selalu dicatat dalam akun pembelian pada sisi debit dalam jurnal. Sedangkan akun yang diisi kredit tergantung pada jenis pembelian yang dilakukan. Untuk lebih jelasnya akan dikemukakan contoh transaksi yang terjadi di bawah ini. a. Bila pembelian barang dagang dilakukan secara tunai Tanggal 2 Januari 2001, CV. Rian membeli barang dagang dari UD. Jujur Rp. 1.500.000,- secara tunai. Baca selanjutnya…

Macam macam Perusahaan Dagang & Syarat Penyerahan

MACAM-MACAM TRANSAKSI PERUSAHAAN DAGANG
Transaksi yang terjadi pada perusahaan jasa seperti yang pernah dipelajari pada modul kelas 1, juga terdapat pada perusahaan dagang. Namun ada transaksi yang terjadi pada perusahaan dagang tetapi tidak terjadi pada perusahaan jasa. Transaksi apa saja itu? Transaksi tersebut adalah yang berhubungan dengan kegiatan utama perusahaan dagang. Seperti transaksi pembelian, biaya angkut pembelian, retur pembelian, potongan pembelian, penjualan , retur penjualan, potongan penjualan, biaya angkut penjualan, persediaan barang dagang .
Agar lebih jelasnya berikut ini akan dikemukakan secara lebih rinci.
1. Pembelian
Transaksi pembelian barang dagang dalam perusahaan dagang yang ditujukan untuk dijual kembali akan dicatat pada akun pembelian. Pembelian dapat dilakukan secara tunai atau kredit dan bisa juga sebagian tunai dan sebagian sisanya secara kredit. Baca selanjutnya…

BAB II TAHAP –TAHAP AKUNTANSI

A. PENDAHULUAN

Pencatatan transaksi secara langsung dari transaksi ke laporan keuangan akan menimbulkan kesalahan besar yang berakibat fatal.

Apa bila pencatatan terjadi kesalahan sulit untuk menemukan kembali. Oleh karena itu pencatatan transaksi dilakukan secara bertahap. Prosedur pencatatan bertahap mulai dari pencatatan transaksi sampai menjadi laporan keuangan disebut peoses akuntansi atau tahap-tahap akuntansi atau siklus akuntansi.

B. PENCATATAN

Siklus akuntansi dimulai dari adanya suatu transaksi dan kejadian yang harus dicatat.

Transaksi (transaction) adalah tindakan yang mengakibatkan perubahan harta, utang dan modal yang berhubungan dengan pihak luar misalnya setoran modal keperusahaan, pembelian barang, pembayaran utang. Kejadian (Event) adalah tindakan yang terjadi di dalam perusahaan, misalnya: penyusutan aktiva, pemakaian perlengkaan kantor.

Sebelum transaksi dicatat harus dibuatkan bukti transaksi yang disebut dokumen sumber atau bukti transaksi. Baca selanjutnya…

BAB I SEJARAH, PENGERTIAN, PEMAKAI DAN MACAM AKUNTANSI

A. SEJARAH AKUNTANSI

Seorang siswa pada akhir bulan menghitung jumlah uangnya berdasarkan buku hariannya. Pengeluaran yang ada antara lain : untuk pembayaran SPP, transport, membeli alat tulis, jajan, dan kebutuhan lainnya. Setelah di jumlahkan uang pemberian dari orang tuanya siswa, sisanya tinggal sedikit. Hal itu dilaporkan kepada orang tua untuk mendapatkan tambahan dana pada bulan berikutnya. Mengapa siswa itu perlu membuat catatan untuk pengeluran dan pemasukan ?

Karena mereka akan dapat melihat, menilai dan memutuskan untuk tindakan berikutnya, apakah mereka akan tetap jajan sehingga tidak mempunyai simpanan, dan lain-lain. Bagi orang tua dia akan menentukan perlu atau tidaknya diberikan tambahan dana, atau hanya akan diberikan tiap hari sesuai dengan kepentingannya.

Jika diperhatikan masalah diatas, sebenarnya setiap orang membutuhkan catatan, begitu pula dengan para pedagang dari Genoa, untuk menghitung berapa keuntungan/kerugian dalam berdagang, mereka akan membendingkan jumlah harta pada waktu berangkat dengan jumlah harta pada waktu pulang. Itulah awal mula perkembangan timbulnya akuntansi, yang prosesnya bersamaan dengan perkembangan bisnis.

Pada tahun 1494 lahirlah buku pertama “SUMMA DE ARITHMETICA GEOMETRICA, PROPORTIONI ET PROPORTIONALITE” yang salah satu babnya memuat akuntansi, dibuat oleh Lucas Pacioli yang kemudian dikenal sebagai bapak akuntansi. Baca selanjutnya…